Majelis Pengkajian Al-Qur’an dan Sunnah Gelar Sholat Istisqa, Ribuan Jamaah Bermunajat Memohon Turunnya Hujan

PATI – Majelis Pengkajian Al-Qur’an dan Sunnah (MPAQ) menyelenggarakan Sholat Istisqa sebagai ikhtiar spiritual memohon turunnya hujan kepada Allah SWT, pada Sabtu, 5 September 2026, di Lapangan Pesantren Ittihadul Muwahidin Pati.

Sekitar 1.000 jamaah mengikuti pelaksanaan Sholat Istisqa dengan penuh kekhusyukan. Jamaah yang hadir terdiri dari santriwan dan santriwati, para ustadz dan ustadzah, karyawan, serta masyarakat umum. Mereka bersama-sama menengadahkan tangan dan bermunajat kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan serta memberikan keberkahan bagi seluruh negeri.

Bertindak sebagai imam sekaligus khatib, Ustadz Sigit Sulistyo, Lc., M.E., selaku Mudir Aam Pesantren Ittihadul Muwahidin Pati, mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan berbagai musibah yang terjadi sebagai momentum introspeksi dan memperbanyak taubat kepada Allah SWT.

Dalam khutbahnya, Ustadz Sigit menyampaikan bahwa akhir-akhir ini Indonesia menghadapi berbagai ujian dan musibah, mulai dari gempa bumi yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur hingga kebakaran hutan dan lahan di beberapa wilayah yang menimbulkan dampak luas bagi masyarakat.

Beliau mengingatkan firman Allah SWT dalam Surat Ar-Rum ayat 41:

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, agar Allah merasakan kepada mereka sebagian dari akibat perbuatan mereka, supaya mereka kembali ke jalan yang benar.”

Menurutnya, ayat tersebut menjadi pengingat penting bahwa manusia harus senantiasa melakukan muhasabah, memperbaiki diri, memperbaiki keluarga, serta kembali kepada nilai-nilai agama dan fitrah.

Ustadz Sigit juga menekankan pentingnya perhatian terhadap pendidikan dan pembinaan generasi muda. Menurutnya, keluarga memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk karakter anak-anak agar tumbuh dengan keimanan, akhlak, serta pendampingan yang baik dari kedua orang tua.

“Musibah harus menjadi momentum untuk kembali kepada Allah, memperbanyak istighfar, memperbaiki diri, serta menjaga keluarga dan generasi kita,” pesannya di hadapan jamaah.

Sementara itu, Ahyar, Direktur LAZNAS MPAQ yang turut mengikuti Sholat Istisqa, menyampaikan bahwa selain melakukan ikhtiar spiritual melalui doa dan ibadah, kepedulian sosial juga harus diwujudkan dengan aksi nyata membantu masyarakat yang terdampak kekeringan.

LAZNAS MPAQ, lanjutnya, telah meluncurkan sejumlah program kemanusiaan untuk membantu masyarakat menghadapi dampak musim kemarau dan kekeringan, di antaranya program dropping air bersih ke wilayah-wilayah terdampak kekeringan serta program Wakaf Sumur untuk kepentingan masyarakat umum.

“Sholat dan doa adalah ikhtiar spiritual kita kepada Allah SWT. Namun, di saat yang sama, kita juga harus hadir memberikan solusi nyata bagi saudara-saudara kita yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih,” ujar Ahyar.

Melalui kegiatan Sholat Istisqa ini, MPAQ berharap turunnya hujan tidak hanya menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat terhadap air, tetapi juga menjadi momentum kebangkitan spiritual untuk memperbanyak taubat, memperkuat kepedulian sosial, serta meningkatkan kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan dan memperbaiki kehidupan.

Dengan doa, taubat, dan ikhtiar bersama, semoga Allah SWT segera menurunkan hujan yang membawa rahmat dan keberkahan bagi seluruh negeri. Aamiin.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *